Monday, December 12, 2005

Pilihan hidup

Ada rasa aneh yang tiba-tiba muncul saat aku nonton acara trans Tv, surat sahabat, minggu pagi. Edisi kemaren bercerita tentang hari-hari anak bugis bernama Sandi Nayoan. Exited banget ngeliat gimana dia main di laut, menangkap ikan untuk dijual, mencari kepiting, mengumpulkan tanaman cokelat, dsb. Tampaknya sangat menyenangkan.. bermain bebas di alam yang sejuk, pikiran hidup yang sederhana, masyarakat yang tidak sebegitunya penuh beban tekanan, ritme sehari-hari yang tidak terlalu menyakiti jiwa, kepuasan berlari dan bernafas di bumi, hamparan luas hijau maupun biru membentang. Oh, tuhan.. Subhanallah indahnya.

Melihat semua itu, tiba-tiba aku mulai mempertanyakan semua yang aku jalani belakangan ini. Semuanya terasa datar saja, bahkan sesekali menyakitkan dan penuh himpitan. Beban pekerjaan, tugas kuliah, tuntutan ekonomi, tangungjawab status, lingkungan yang sama sekali tidak nyaman dan penuh polusi, waktu yang tidak pernah tersisa secara sukarela, bahkan mungkin kehidupan yang kurang humanis.

Ironis sekali. Mungkinkah aku telah masuk dalam jerat rasionalis? Aku rindu rasa-rasa bahagia bersama alam, nyaman bersama orang-orang yang aku sayang.

Ya, Allah,
Benarkah ini jalan yang sudah semsetinya aku lalui, atau pilihan yang terpaksakan kepadaku ? atau bahkan mungkin kupaksakan sendiri..?? Tiba-tiba sku merasa semuanya sudah taking for granted buatku, seolah tidak punya pilihan hidup yang lain. Apa karena lingkungan yang telah mengkonstruksi pemahamanku untuk menerima semua ini menjadi sesuatu yang wajar? Atau aku yang tidak punya keberanian untuk melakukan destruksi pada apa yang sudah tertata dalam jalan hidupku? Seringkali aku melepas jala ini. Menghidupkan kembali rasa kemanusiaanku, mensukuri kehidupanku sebagai manusia yang beakal budi..
Semoga aku masih berkesempatan untuk memilikinya. Aku tidak ingin mati tanpa merasa bahagia menjadi manusia yang benar-benar manusia, bukan manusia konstruksi sosial… Allah, beri aku kesempatan.

Entahlah, mungkin aku yang merasa terlalu jenuh
(.. atau memang ada yang salah dengan pilihan hidupku.. aku tidak tau)